Tampilkan postingan dengan label Pengenalan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengenalan Diri. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Desember 2012
Nasehat Solihin mengenai Hati
"Hati dan jasad adalah seperti seorang tuna netra ( orang buta ) dan seorang lumpuh memasuki sebuah kebun. Si lumpuh berkata kepada sang tuna netra, "Aku bisa melihat buah-buahan yang ada di kebun ini tetapi tidak dapat memetiknya, karena aku lumpuh. Kau tidak dapat melihatnya, tetapi kau tidak lumpuh. Gendonglah aku." Sang tuna netra menggendong si lumpuh, dan memetik buah-buahan tersebut, kemudian mereka memakannya.
Ruh dan jasad bekerja sama untuk berbuat maksiat kepada Allah swt, maka keduanya layak mendapat siksa."
( Sayyidina Salman Al-Farisi )
“Orang yang berhati hasud (dengki) tidak akan meraih kemuliaan dan orang yang suka dendam, akan mati merana. Sejelek-jeleknya saudara adalah yang selalu memperhatikan dirimu ketika kamu kaya dan ia menjauhi kamu, ketika kamu dalam keadaan melarat. Bersikap rela terhadap taqdir Allah swt yang tidak menyenangkan adalah merupakan martabat yang tinggi.” ( Sayyidina Ali Zainal Abidin Ra )
“Jika telah ada akar yang tertanam dalam kalbu, maka lidah akan berperan sebagai pemberi kabar cabangnya.”
( Imam Syafi’i )
"Doa' kalian tidak terkabul karena hati kalian telah mati, dan penyebab matinya hati kalian adalah sepuluh Hal : 1. Kalian mengenal Allah swt, tetapi tidak memenuhi hak-haknya.
2. Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah saw, tetapi tidak mengikuti sunah-sunahnya.
3. Kalian membaca Al-Qur'an , tetapi tidak mengamalkan isinya.
4. Kalian menikmati berbagai karunia Allah swt, tetapi tidak bersyukur kepadanya.
5. Kalian nyatakan setan sebagai musuh, tetapi tidak menentangnya.
6. Kalian nyatakan surga itu benar-benar ada, tetapi tidak beramal untuk memperolehnya.
7. Kalian nyatakan neraka itu ada, tetapi tidak berusaha untuk menghindarinya.
8. Kalian nyatakan kematian itu pasti datang, tetapi tidak bersiap-siap untuk menyambutnya.
9. Sejak bangun tidur kalian sibuk meneliti dan memperbincangkan aib ( keburukan ) orang lain dan melupakan aib ( keburukan ) kalian sendiri.
10. Kalian kuburkan mereka yang meninggal di antara kalian, tetapi tidak pernah memetik pelajaran darinya.
( Syekh Ibrahim bin Adham )
“Sedikit amal dari hati menyamai amal seluruh manusia dan jin.”
( Sayyidina Syekh Abu Bakar bin Salim Ra )
“Hendaknya kalian senantiasa menghadirkan hati kalian kepada Allah SWT dan hendaknya kalian bertawakal kepadanya sepenuh hati, sebab Allah SWT mengetahui di manapun kalian berada.”
( Imam Qutbil Anfas Habib Umar bin Abdurrahman Al-Aththas )
"Orang yang menggunakan masa sehatnya untuk bermaksiat kepada Allah swt adalah seperti seorang anak yang mendapat warisan dari ayahnya sebesar seribu dinar, kemudian ia gunakan semua uang itu untuk membeli ular dan kalajengking yang sangat berbisa yang kemudian mengelilingi dan menggigitnya. Bukankah ular dan kalajengking tersebut akan membunuhnya?
Kamu gunakan masa sehatmu untuk bermaksiat kepada Allah swt, maka nilaimu adalah seperti burung pemakan bangkai yang terbang berkeliling mencari bangkai, dimana pun ia dapatkan, maka ia segera mendarat.
Jadilah seperti tawon, kecil tetapi memiliki cita-cita yang mulia. Ia hisap wewangian dan ia produksi madu yang enak.
Engkau sudah terlalu lama bergelimang kemaksiatan, kini terjunlah ke dalam hal-hal yang dicintai Allah 'Azza wa Jalla.
Telah kujelaskan hakikat permasahan ini kepadamu, tetapi orang yang lalai tidak akan sadar meskipun memperoleh berbagai rencana. Sebab wanita yang kurang waras akalnya ketika putranya mati, ia justru tertawa. Begitu pula dirimu, engkau tinggalkan shalat malam, puasa sunah dan berbagai amal shaleh lain yang dapat kau kerjakan dengan seluruh anggota tubuhmu, tetapi tidak sedikitpun engkau merasa sakit. Kelalaian telah membunuh hatimu. Orang hidup akan merasa sakit ketika tertusuk jarum, akan tetapi, sesosok mayat tidak akan merasa sakit meskipun tubuhnya di potong-potong dengan sebilah pedang. Saat ini hatimu sedang mati, karena itu duduklah di majelis yang penuh hikmah,sebab, di dalamnya terdapat hembusan karunia dari surga. Hembusan karunia itu dapat kamu temukan di rumahmu, di perjalananmu. Jangan tinggalkan majelis hikmah ( majelis ilmu ), andaikata dirimu masih melakukan banyak maksiat, jangan berkata : Apa manfaatnya aku datang ke majelis ilmu, sedangkan aku senantiasa bermaksiat dan tidak mampu meninggalkannya.
Akan tetapi, lepaskan busur panahmu selalu, jika hari ini tidak tepat sasaran, bisa jadi besok tepat sasaran."
( Ibnu 'Atha illah Askandari )
"Jika ingin membersihkan air maka akan kau singkirkan segala hal yang dapat mengotorinya. Anggota tubuhmu ini seperti selokan-selokan yang bermuara ke hati. Karena itu jangan kau alirkan kotoran ke dalam hatimu, seperti pergunjingan, pengadu dombaan, ucapan yang buruk, pandangan yang haram dan lain sebagainya. Hati akan bercahaya dengan memakan makanan halal, berdzikir, membaca Al-Qur'an dan menjaga mata dari pandangan yang tidak mendatangkan pahala, pandangan yang kurang disukai agama dan pandangan yang haram. Jangan biarkan matamu memandang sesuatu, kecuali jika pandangan itu menambah ilmu dan hikmahmu."
( Ibnu 'Atha illah Askandari )
“Jika seorang hamba memedulikan penyakit hati seperti penyakit badan, niscaya mereka akan mendapatkan tabib di hadapan mereka. Tetapi, sedikit sekali yang membahas masalah ini, karena mereka telah dikuasai nafsu dan akal.”
( Imam Qutb Al-Arif billah Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi )
“Hati yang bersih siap menerima karunia-karunia Allah swt. Sedang hati yang kotor tidak dapat menampung karunia Allah swt.”
( Imam Qutb Habib Ahmad bin Hasan Al-Aththas )
“Hati manusia seperti Baitul Ma’mur. Setiap hari ada 70.000 malaikat yang thawaf mengelilinginya hingga hari kiamat. Dalam 24 jam hati 70.000 bisikan dan setiap bisikan dipegang oleh seorang malaikat.”
( Imam Qutb Habib Ahmad bin Hasan Al-Aththas )
"Ketahuilah bahwa Allah swt akan memberikan kepada hambanya segala apa yang dipanjatkan sesuai dengan niatnya. Menurut saya Allah swt niscaya akan mendatangkan segala nikmat-Nya di muka dunia, dengan cara terlebih dahulu Dia titipkan di dalam hati hamba-Nya yang berhati bersih. Untuk itu kemudian dibagi-bagikan kepada hamba-Nya yang lain. Amal seorang hamba tidak akan naik dan diterima Allah swt kecuali dari hati yang bersih. Ketahuilah wahai saudaraku, seorang hamba belum dikatakan sebagai hamba Allah swt yang sejati jika belum membersihkan hatinya!“
( Imam Qutb Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf )
"Ketahuilah wahai saudara-saudaraku, hati yang ada di dalam ini ( sambil menunjuk ke dada beliau ) seperti rumah, jika dihuni oleh orang yang pandai merawatnya dengan baik, maka akan nampak nyaman dan hidup; namun jika tidak dihuni atau dihuni oleh orang yang tidak dapat merawatnya, maka rumah itu akan rusak dan tak terawat. Dzikir dan ketaatan kepada Allah swt merupakan penghuni hati, sedangkan kelalaian dan maksiat adalah perusak hati.“
( Imam Qutb Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf )
Sumber: http://wasiatnasehat.blogspot.com
Jumat, 14 Desember 2012
Hakikat Permusuhan Dengan Siapakah?
Kerosakan demi kerosakan berlaku di dunia dan di dalam masyarakat manusia adalah suatu yang pasti akan berlaku. Lihatlah darah umat Islam tidak lagi berharga bahkan darah seekor harimau lebih berharga dan penting bagi manusia. Pembunuhan demi pembunuhan berlaku di atas tujuan keamanan dan kebebasan yang dianjurkan oleh kuasa barat atau kuasa kafir. Keruntuhan akhlak dan budaya Islam juga berlaku satu persatu adalah lambang permusuhan yang akan berlaku sehingga kiamat di antara azazil dan manusia.Tahukah kita siapa sebenar musuh kita? Tahukah kita siapa yang menyusun atur pembunuhan umat manusia dari segi fizikal, mental dan akidah? Tahukah kita siapa yang menjadi ‘tok dalang’ untuk konspirasi membawa semua manusia (keturunan Adam) kembali kepada alam akhirat bersamanya dalam neraka Jahanam? Tahukah kita siapa proksi-proksi yang dijadikan azazil untuk membawa mesej dan ‘menyihirkan’ umat manusia agar bersamanya ke dalam neraka?
Keimanan vs kekufuran, cahaya vs kegelapan, mahmudah vs mazmumah dan haq vs batil adalah perkara yang akan berterusan berlaku ke atas umat manusia. Siapa memilih keimanan maka ia telah memilih cahaya Allah melalui Nabi-nabi dan Rasul-rasul dan sesiapa yang memilih kekufuran maka ia telah memilih kegelapan melalui jalan iblis atau syaitan.Permusuhan awal yang berlaku adalah di antara Azazil dan Nabi Adam A.S. Kita wajib memahami bahawa ‘permusuhan’ ini akan berlaku sehingga ke hari kiamat. Renungi dan fahami akan
Firman Allah swt yang bermaksud;
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi". Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): "Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?". Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya".[Al-Baqarah 30]
Dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada malaikat: "Tunduklah (beri hormat) kepada Nabi Adam". Lalu mereka sekaliannya tunduk memberi hormat melainkan Iblis; ia enggan dan takbur, dan menjadilah ia dari golongan yang kafir. [Al-Baqarah 34]
Dan kami berfirman: "Wahai Adam! Tinggalah engkau dan isterimu dalam syurga, dan makanlah dari makanannya sepuas-puasnya apa sahaja kamu berdua sukai, dan janganlah kamu hampiri pokok ini; (jika kamu menghampirinya) maka akan menjadilah kamu dari golongan orang-orang yang zalim". [Al-Baqarah 35]
Setelah itu maka Syaitan menggelincirkan mereka berdua dari syurga itu dan menyebabkan mereka dikeluarkan dari nikmat yang mereka telah berada di dalamnya dan Kami berfirman:
"Turunlah kamu! Sebahagian dari kamu menjadi musuh kepada sebahagian yang lain dan bagi kamu semua disediakan tempat kediaman di bumi, serta mendapat kesenangan hingga ke suatu masa (mati)". [Al-Baqarah 36]
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi". Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): "Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?". Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya".[Al-Baqarah 30]
Dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada malaikat: "Tunduklah (beri hormat) kepada Nabi Adam". Lalu mereka sekaliannya tunduk memberi hormat melainkan Iblis; ia enggan dan takbur, dan menjadilah ia dari golongan yang kafir. [Al-Baqarah 34]
Dan kami berfirman: "Wahai Adam! Tinggalah engkau dan isterimu dalam syurga, dan makanlah dari makanannya sepuas-puasnya apa sahaja kamu berdua sukai, dan janganlah kamu hampiri pokok ini; (jika kamu menghampirinya) maka akan menjadilah kamu dari golongan orang-orang yang zalim". [Al-Baqarah 35]
Setelah itu maka Syaitan menggelincirkan mereka berdua dari syurga itu dan menyebabkan mereka dikeluarkan dari nikmat yang mereka telah berada di dalamnya dan Kami berfirman:
"Turunlah kamu! Sebahagian dari kamu menjadi musuh kepada sebahagian yang lain dan bagi kamu semua disediakan tempat kediaman di bumi, serta mendapat kesenangan hingga ke suatu masa (mati)". [Al-Baqarah 36]
Kami berfirman lagi: "Turunlah kamu semuanya dari syurga itu! Kemudian jika datang kepada kamu petunjuk dariKu (melalui Rasul-rasul dan Kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka), maka sesiapa yang mengikuti petunjukKu itu nescaya tidak ada kebimbangan (dari sesuatu yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita".[Al-Baqarah 38]
Kenali siapa musuh
Sebenarnya makhluk yang bernama Azazil inilah musuh kita yang sebenarnya. Diberi nama Iblis kerana keingkaran dia untuk mematuhi perintah Allah. Permusuhan dan kedengkian Iblis bermula setelah Allah mengkafirkan dan menghalau dia dari Syurga. Semua makhluk ciptaan Allah adalah berasal dari Syurga. Lantaran keangkuhan dan kesombongan Iblis maka dikeluarkan Iblis dari syurga dan begitu juga terkeluarnya Nabi Adam AS bersama Hawa dari syurga disebabkan terpengaruhnya baginda dan isteri dengan bisikan Iblis yang penuh tipu daya.
Setelah nabi Adam as dan Hawa terkeluar dari Syurga, maka hiduplah mereka berdua di bumi. Setelah itu, bermulalah kelahiran zuriat dan keturunan nabi Adam. Iblis juga telah berjanji dan meminta izin di hadapan Allah akan mengajak dan menyesatkan keturunan Adam as sehingga ke hari kiamat. Allah membenarkan janji Iblis dan memberi tempoh kepada Iblis serta juga memberi peringatan bahawa Iblis tidak akan dapat mengajak hamba-Nya yang ikhlas dalam mentaati Allah.
Oleh yang demikian, pembunuhan pertama yang berlaku di dunia ini adalah di antara Habil dan Qabil. Perbalahan adalah disebabkan nafsu yang mencintai wanita. Wanita telah menjadi ‘asset’ untuk Iblis membuat Qabil membunuh saudaranya iaitu Habil. Ini adalah sejarah dan fakta yang perlu kita fahami dan ketahui. Pembunuhan bermula di sini dan ianya akan berlaku sehingga ke hari kiamat. Apakah punca pembunuhan ini berlaku sehingga ke hari kiamat? Iblis menjadikan dunia ini seperti ‘syurga’ melalui proksi-proksi yang telah disusun atur dengan cara yang amat berstrategi dan rapi. Kerosakan dan pembunuhan ini terus berlaku dari umat nabi terdahulu sampai munculnya Nabi Muhammad saw.Sebenarnya makhluk yang bernama Azazil inilah musuh kita yang sebenarnya. Diberi nama Iblis kerana keingkaran dia untuk mematuhi perintah Allah. Permusuhan dan kedengkian Iblis bermula setelah Allah mengkafirkan dan menghalau dia dari Syurga. Semua makhluk ciptaan Allah adalah berasal dari Syurga. Lantaran keangkuhan dan kesombongan Iblis maka dikeluarkan Iblis dari syurga dan begitu juga terkeluarnya Nabi Adam AS bersama Hawa dari syurga disebabkan terpengaruhnya baginda dan isteri dengan bisikan Iblis yang penuh tipu daya.
Setelah nabi Adam as dan Hawa terkeluar dari Syurga, maka hiduplah mereka berdua di bumi. Setelah itu, bermulalah kelahiran zuriat dan keturunan nabi Adam. Iblis juga telah berjanji dan meminta izin di hadapan Allah akan mengajak dan menyesatkan keturunan Adam as sehingga ke hari kiamat. Allah membenarkan janji Iblis dan memberi tempoh kepada Iblis serta juga memberi peringatan bahawa Iblis tidak akan dapat mengajak hamba-Nya yang ikhlas dalam mentaati Allah.
Peperangan yang dijalankan
Kita dapat melihat keadaan dunia hari ini, kerosakan yang berlaku dari segi mental, fizikal dan rohani. Serangan berlaku di mana-mana ke atas umat manusia dan orang Islam. Mereka telah menguasai sistem hidup manusia. Dari segi mental, umat Islam dijajah pemikirannya dengan pelbagai fahaman yang bertentangan dengan pemikiran nabi saw. Dari segi kuasa ketenteraan, umat Islam dibunuh dengan begitu mudah lantaran kuasa politik hanya ada pada ‘nama’ tetapi hakikat tiada berkuasa sedikit pun. Pemerintahan pun mengikut acuan mereka. Penyembahan manusia hari ini adalah kepada dunia. Mereka mengajar dan mendidik manusia mencintai dunia dan tertipu dengan ilmu teknologi yang canggih dan hebat. Siapakah yang mencipta Piramid? Terfikirkah kita bagaimana mereka menciptakan? Apakah teknologi yang mereka gunakan?.Dari segi sosial, wanita dijadikan simbol seks dan diberi hak kebebasan dan kesamarataan seperti kaum lelaki sehingga mereka mudah bergaul dengan lelaki dan mudah melakukan seks di luar perkahwinan dan juga seks di luar tabii. Dari segi pendidikan, mereka membuat silibus yang menyebabkan umat manusia bergantung hidup dengan sekeping sijil. Tanpa sijil kita akan nampak hina dan rezeki kita akan tiada. Hilang dalam batin umat Islam bahawa rezeki itu adalah daripada Allah swt. Diwujudkan pangkat-pangkat tertentu supaya manusia terpesona dengan pangkat dan tahap sijil masing-masing. Dari segi ekonomi, mereka menyusun dan memperhebatkan sistem riba yang diharamkan oleh Allah swt dan juga sistem baru yang menindas kaum yang miskin dan lemah. Dengan sistem-sistem ini, orang kaya bertambah kaya dan orang miskin bertambah miskin. Hutang berterusan sampai ke mati. Dari segi sistem permakanan dan peniduran (rehat), mereka telah menyebarkan satu sistem pemakanan dan tidur yang berjadual sehinggakan umat Islam menghabiskan masa hanya untuk makan dan tidur. Sistem permakanan dan tidur yang bertentangan sama sekali dengan cara makan dan tidur Nabi saw. Dengan cara pemakanan dan tidur yang tidak mengikut sistem ajaran Nabi saw, maka kita tidak akan berbau untuk mengikut jejak langkah nabi saw yang dapat ‘bangun malam’ untuk berkhalwat dengan Allah. Dari segi tauhid, ini yang paling dahsyat sekali ialah pembunuhan dan pemyembelihan ‘akidah’ umat Islam. Mereka mengajak umat manusia mensyirikkan Allah swt. Syirik Akbar (besar) dan syirik Khofi (tersembunyi). Tiada siapa yang memahami akan pemyembelihan akidah umat Islam kecuali alim ulama yang haq. Mati dalam keadaan beriman atau pun tidak. Mati dalam mengenali Allah atau pun tidak. Mati dalam ketauhidan atau pun tidak. Inilah yang dibawa nabi-nabi dan rasul-rasul iaitu ketauhidan kepada Allah. Menyeru menyembah Allah bukan menyembah Iblis (syaitan).
Musuh umat Islam yang terkenal ialah Yahudi danNasrani. Sebenarnya mereka adalah proksi Iblis.
Mereka dijadikan oleh Iblis sebagai alat untuk membunuh umat manusia dan orang-orang Islam. Mereka telah menandatangani perjanjian dengan Iblis untuk membantu menyesatkan Umat Islam yang bertauhidkan Allah swt. Iblis telah melantik secara rasminya manusia yang diberi gelaran ‘Dajjal’ untukmenguasai alam zahiri (sistem dunia) dan ‘Syaitan’atau Azazil menguasai alam batin (wilayah alam ghaib). Pusat pemerintahan (ibu pejabat) mereka adalah di ‘Segitiga Bermuda’.Dajjal adalah manusia yang dilantik oleh Iblis semasa di zaman Nabi Musa as. Beliau bernama Musa Asamiri. Ketika itu, Pemerintah Firaun telah menjalani operasi membunuh anak-anak lelaki kerana beliau mendapat maklumat akan lahir lelaki yang akan menentang beliau. Musa asamiri dibela dan dibesarkan oleh Malaikat Jibril. Musa asamiri telah disusui oleh Malaikat Jibril melalui hujung jari tangan Jibril. Musa asamiri mempunyai beberapa kelebihan sehingga Azazil telah memperdaya dan mempengaruhi Musa Asamiri dengan mengajar ilmu yang hebat. Kelebihan beliau itu menyebabkan beliau hidup ke saat ini. Semasa Nabi Musa as beruzlah (berkhalwat dengan Allah), Musa Asamiri telah memperdayakan kaum Nabi Musa as dengan menjadikan anak lembu boleh bercakap. Anak lembu itu boleh bercakap dengan cara Musa Asamiri telah memasukkan debu-debu tapak kaki Jibril ke dalam badan anak lembu. Maka hasilnya, Musa Asamiri mengatakan anak lembu itu sebagai Tuhan. Maka sesat dan kufurlah pengikut nabi Musa ketika itu. Setelah Nabi Musa pulang dari beruzlah, maka terkejutlah baginda dengan umatnya dan pada masa yang sama Musa Asamiri telah lari dan menyembunyikan diri daripada Nabi Musa as.
Gerakan penyelamat
Seterusnya berlakulah penyelewengan tauhid yang berterusan oleh Azazil dan Dajjal ke atas umat Nabi sehingga keluarnya penyudah Nabi Muhammad saw. Setelah kelahiran Nabi Muhammad saw, maka azazil dan bala tenteranya menjadi lemah. Cahaya Nabi saw telah menyebabkan umat manusia tidak lagi ditipu oleh cahaya kekufuran Azazil. Sehinggakan kelahiran Nabi saw juga telah dihidu oleh azazil tetapi Allah telah memelihara baginda Nabi saw daripada di bunuh oleh proksi azazil. Setelah umat Nabi saw telah bercahaya dengan cahaya yang dibawa oleh baginda Nabi saw, maka umat manusia menjadi umat yang bertauhid kepada Allah swt. Gerakan penyelamat oleh Nabi saw, para sahabat ra dan para khulafa Al rasyidin telah menjadikan umatnya menyembah hanya kepada Allah secara total dan Islam. Seterusnya sistem Islam berkembang ke seluruh dunia. Islam telah memerintah dunia. Perjuangan ini seterusnya disambung oleh para ulama salafusoleh serta pewarisnya di kalangan ulama akhirat sehingga kemunculan ‘Iman Al Mahdi’.
Kewafatan Nabi Muhammad saw telah menyebabkan kuasa Iblis/Azazil dan Dajjal telah kembali menjadi kuat sehingga umat Islam telah dikuasai dan diselewengkan kembali kepada ajaran Azazil. Setelah itu,umat manusia kembali menjadi kafir, munafik, fasiq dan zindiq sehingga ke hari ini.
Untuk kembali kepada ajaran Nabi Muhammad saw dan para salafusoleh, maka kita wajib bersama dengan para pewaris ilmu dan cahaya Nabi saw. Mereka ialah ulama akhirat, ulama yang haq. Mereka telah menyusun manhaj ilmu kepada masyarakat agar umat manusia tidak berterusan dalam jajahan azazil dan dajjal. Ulama telah mengajak kepada nilai asas iaitu ilmu pelajaran yang bersifat tradisional.
1) Aqidah Ahli Sunnah Wal Jamaah (ASWJ) aliran Asya’irah dan AL-Maturidiah
2) Fiqh berpegang kepada Mazhab Asy-Shafei (tanpa meninggalkan mazhab-mazhab yang lain dikalangan ASWJ)
3) Tasawwuf aliran Imam Al-Ghazali,Syeikh Junaid Al-Baghdadi dan Imam Abu Hassan Asy-Syazili
4) Sulukiah Rohaniah aliran tarekah-tarekah muktabar
5) Ketamadunan aliran ibnu Khaldun
6) Pengajian bersanad (ada salsilah ilmu dari guru ke guru sehingga ke Nabi saw)
2) Fiqh berpegang kepada Mazhab Asy-Shafei (tanpa meninggalkan mazhab-mazhab yang lain dikalangan ASWJ)
3) Tasawwuf aliran Imam Al-Ghazali,Syeikh Junaid Al-Baghdadi dan Imam Abu Hassan Asy-Syazili
4) Sulukiah Rohaniah aliran tarekah-tarekah muktabar
5) Ketamadunan aliran ibnu Khaldun
6) Pengajian bersanad (ada salsilah ilmu dari guru ke guru sehingga ke Nabi saw)
Tiada cara lain untuk kembalikan cahaya Nabi saw melainkan kita kembalikan diri kita kepada cara hidup Nabi saw. Sunnah Nabi saw adalah ubat paling mujarab untuk melawan musuh nombor satu kita. Siapa dapat mengamalkan sunnah nabi saw, maka ia berada di dalam cahaya Allah melalui sunnah Nabi saw. Siapa yang meninggalkan sunnah Nabi saw, maka ia berada dalam kegelapan, zulumat, dan kekufuran melalui amalan cara yang diajar oleh azazil/iblis/dajjal. Di antara Akhlak Nabi saw yang perlu kita amalkan ialah;
1) Akhlak Syariat : Wara’ dan Istiqomah2) Akhlak Batin : Tawaduk, Redha, Cinta Akhirat3) Akhlak Tauhid: Tawakal, Yakin4) Akhlak Ihsan : Asyik Muraqabah dan Musyahadah
Inilah akhlak Nabi saw yang telah ditunjukkan oleh baginda Nabi saw kepada umatnya. Manusia manakah lagi yang perlu kita ikuti dan sanjungi? Nabi saw atau Azazil? Cahaya atau kegelapan? Iman atau kafir? Renung dan muhasabahlah diri masing-masing.
5 Dasar-Dasar Untuk Keluar Daripada ‘KEGELAPAN’
Di sini ulama yang haq telah mengariskan beberapa dasar sebagai tambahan untuk kita keluar daripada ‘kegelapan’ atau menjadi pengikut atau pendokong Azazil dan Dajjal.
1) Gabungan Tradisi dan Moden (dari segi cara/method/keilmuan)
2) Mahabbah (cinta) pada Rasulullah saw dengan mengikut akhlak Nabi saw
3) Menghormati perbezaan pendapat, menjauhi mengkritik dan berlapang dada
4) Mencintai Kebahagiaan Akhirat yang lebih baik dan kekal tanpa melupai kebahagian dunia
5) Tafakur fil Quran (baca, faham dan fikir akan isi Quran)
2) Mahabbah (cinta) pada Rasulullah saw dengan mengikut akhlak Nabi saw
3) Menghormati perbezaan pendapat, menjauhi mengkritik dan berlapang dada
4) Mencintai Kebahagiaan Akhirat yang lebih baik dan kekal tanpa melupai kebahagian dunia
5) Tafakur fil Quran (baca, faham dan fikir akan isi Quran)
Wasilah (Jalan) Menuju Cahaya
1) Ilmu fardu’ain (tauhid ,fekah dan tasawwuf)
2) Mengubah taiat buruk zahir dan batin
3) Mengubah tabiat makan
4) Mengamalkan zikir lisan, hati, lathaif dan seluruh jasad
5) Mematikan diri dalam solat
6) Cinta dengan perbanyakkan selawat kepada Nabi saw
7) Berdakwah
8) Mengamalkan muraqabah dan musyahadah
9) Bersama dengan ulama akhirat
10) Bergantung diri dengan Allah secara penuh dan bulat
11) Menenangkan akal dan hati dengan ikhlas, sabar, redha, syukur dan bersangka baik
InsyaAllah, melalui jalan dan petunjuk dari ulama yang haq di mana garis-garis dasar dan panduan yang telah dibentangkan kepada kita ini, membolehkan kita dapat pegang dan mengamalkanya sehingga kemunculan pimpinan Agung kita iaitu Imam Al-Mahdi. Siapakah yang akan mengenali Al Imam ini? Hanya guru mursyid yang diberi ilmu oleh Allah sahaja akan mengetahuinya. Guru ini akan menceritakan ciri-ciri atau karakter al-Imam ini kepada murid-muridnya. Bagi mereka yang tiada guru, berusahalah mencarinya agar aqidah kita mantap dengan tipudaya Azazil dan Dajjal.
2) Mengubah taiat buruk zahir dan batin
3) Mengubah tabiat makan
4) Mengamalkan zikir lisan, hati, lathaif dan seluruh jasad
5) Mematikan diri dalam solat
6) Cinta dengan perbanyakkan selawat kepada Nabi saw
7) Berdakwah
8) Mengamalkan muraqabah dan musyahadah
9) Bersama dengan ulama akhirat
10) Bergantung diri dengan Allah secara penuh dan bulat
11) Menenangkan akal dan hati dengan ikhlas, sabar, redha, syukur dan bersangka baik
InsyaAllah, melalui jalan dan petunjuk dari ulama yang haq di mana garis-garis dasar dan panduan yang telah dibentangkan kepada kita ini, membolehkan kita dapat pegang dan mengamalkanya sehingga kemunculan pimpinan Agung kita iaitu Imam Al-Mahdi. Siapakah yang akan mengenali Al Imam ini? Hanya guru mursyid yang diberi ilmu oleh Allah sahaja akan mengetahuinya. Guru ini akan menceritakan ciri-ciri atau karakter al-Imam ini kepada murid-muridnya. Bagi mereka yang tiada guru, berusahalah mencarinya agar aqidah kita mantap dengan tipudaya Azazil dan Dajjal.
Semoga dengan berkat amalan-amalan ini, maka kita semua berada di dalam cahaya Nabi saw. Siapa berada bersama cahaya Nabi saw maka dia bersama cahaya Allah swt. Siapa mengambil sebaliknya maka dia akan menjadi teman bersama Iblis untuk ke neraka. Wanauzubillah. Tujuan Iblis adalah untuk mengajak seramai mungkin umat manusia (keturunan Adam as) bersama-samanya di dalam neraka. Justeru itu, berhati-hatilah kita, kenali siapa musuh sebenar kita, jangan kita membuang masa dengan perkara yang kecil yang tiada memberi manfaat sedikit pun untuk diri kita, keluarga kita, masyarakat kita, umat Islam keseluruhannya.....
Wallahu'alam>>>sumber
Jalan Makrifat - Pesanan Guru
Pembersihan Jiwa untuk mencapai makrifat.Para Anak-anakku Sekalian,
Untuk membolehkan dirimu terbang ke alam makrifat, kamu perlu bermujahadah dengan melepaskan diri kamu dari kegelapan selubung jasad ini, kerana ia menyebabkan kamu kelam dan lupa, menyebabkan kamu menjadi lemah dan jahil. Roh kamu dimasukkan ke dalamnya ketika sempurna ciptaannya. Firman Allah SWT, “Maka apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan padanya Roh-Ku, maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.”
Jasad mengandungi empat unsur iaitu api, air, tanah dan angin. Ia bersifat haiwani dengan naluri berkehendak kepada makan-minum, tidur, syahwat dan bersukaria. Pengembara rohani perlu melemahkan kurungan ini dengan mengurangkan makan, tidur serta keselesaannya. Puasa sunat adalah bagi orang awam yang menuntut pahala, puasa ahli KeTuhanan pula bertujuan untuk meleburkan pengaruh jasad pada rohani sehinga rohaninya menjadi kuat. Mereka bukannya mencari pahala tetapi mencari Tuhan. Selagi kehidupan jasad lebih kuat menguasai kehidupannya, janganlah diharap terpancar rahsia KeTuhanan kepada rohaninya. Janganlah kamu menjadi golongan yang berangan-angan, bercita-cita tinggi tetapi seorang dayus untuk berjuang dan berkorban.
Pada diri kamu juga telah dibekalkan nafsu yang menguasai dirimu dan akan menghalang dirimu untuk menuju kepada Allah, penolongnya adalah syaitan. Ulama tasauf telah membahagikan nafsu kepada tujuh martabat iaitu nafsu Ammarah ditingkat yang paling rendah dan al-Kamil pada peringkat yang tertinggi. Nafsu ammarah cenderung kepada kejahatan, ia tidak merasa apa-apa apabila melakukan kejahatan atau kebaikan.
Nafsu boleh ditingkatkan dengan zikir dan mujahadah. Berzikir tanpa bermujahadah melambatkan proses pembersihan hati, begitu juga bermujahadah tanpa berzikir juga tidak memberi kematangan pada diri kamu dalam perjalanan ini. Kesan dari zikir dan mujahadah yang bersungguh-sungguh akan membantu berlakunya peningkatan kepada kerohanian. Kamu akan merasa perubahan pada jiwa dan yang paling penting hati telah hidup dengan Allah dan jiwa kamu boleh melihat keaiban diri sendiri.
Apa yang kamu perlu lakukan sebelum berbaiah dengan guru ialah bertaubat dari segala dosa-dosa yang besar. Perjalanan ini amat menekankan penumpuan kalimah Allah kepada jantung dengan bersungguh-sungguh. Isikan setiap gerak jantung dengan kalimah Allah sehinggalah ia benar-benar meresap kepada jantung hati. Kalau pada peringkat permulaannya ia merasa payah untuk melakukan hal demikian, banyakkan zikir jihar sama ada secara berseorangan atau berjamaah. Jika tidak merasai apa-apa kesan juga, perlu meneliti dimanakah hijabnya, pandangkan dosa-dosa yang dilakukan apatah lagi yang berkaitan dengan manusia.
Diam, lapar dan banyak bersendirian amat ditekankan dipermulaan perjalanan ini. Kamu perlu mempunyai keazaman yang kuat untuk makrifat dengan-Nya. Guru hanya menunjuk jalan bagaimana kaedah yang perlu dilakukan, sedang pada dirimulah terletak segala kemahuan dan kejayaan, “Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum jika ia mengubahnya sendiri”.Hal makrifat adalah urusan kamu dengan Tuhanmu, berdirilah dipintu-Nya dengan penuh kefakiran dan kecintaan. Hanya hati yang benar-benar kuat dengan perasaan rindu dan cinta akan dapat menerobos benteng rahsia-Nya. Firman Allah, “…Hanya dengan kekuatan kamu boleh naik ke langit”.
Bersungguh-sungguhlah dengan dengan latihan ini, walaupun pada permulaannya terasa payah, tetapi ingatlah janji Allah SWT, “Barang siapa yang bersungguh dijalan-Ku nescaya Aku tunjukan jalan bagi mereka”. Apabila datangnya pertolongan Allah, itulah natijah di mana segala kepayahan yang kamu alami selama ini akan menjadi ringan dan kamu akan merasai kenikmatan padanya. Kamu akan dibantu dalam mujahadahmu memerangi hawa nafsu, hatimu akan dicahayakan dengan kemanisan asyik dengan Asma’ Allah. Kalimah Asma’-Nya hidup dalam jantung hatimu tanpa dipaksa-paksa, ia berbunyi pada telinga batinmu dan terang pada mata rohanimu. Ketika itu tidur, makan atau berbicara dengan manusia menjadi musuhmu. Inilah yang disebut oleh hadis Nabi SAW, “Sesiapa yang mencapai kemanisan iman, ia akan meninggalkan perkara yang tiada memberi manfaat kepadanya.” Inilah permulaan untuk berlakunya perubahan yang lebih hebat.
Kuatkan lagi zikirmu, meditasi (tafakur), ibadah dan mujahadah sehingga berlakunya perubahan pada hati. Ketika itu kamu akan merasa dan melihat berlakunya perpindahan kelazatan zikirmu ke tempat yang berlainan. Ia akan hidup dalam seluruh dadamu sama ada di kanan, kiri, tengah, atas dan bawah. Ada ketikanya ia terus naik ke ubun-ubun dengan kalimah zikir yang berlainan. Hal ini berlaku disebabkan pertukaran alam rohani. Ia bukan sengaja ditukar atau dilatih begitu. Kamu akan melalui 12 maqam zikir dan muraqabah yang tersusun sehingga kamu akan mencapai pelbagai hal ehwal kerohanian yang begitu hebat dan asyik. Penyusunan perjalanan zikir itu adalah sama dengan ibarat kamu mengerjakan haji di mana kamu melalui 12 tempat. Kaabah isyarat bagi hati dan di situlah bermulanya safar (musafir) rohanimu .
Amalan kerohanian
Pembersihan untuk mencapai hakikat Ketuhanan melalui jalan zikir, yakni latihan yang berterusan serta penumpuan.
Semoga Allah SWT memberi kamu kefahaman akan jalan yang dibawa dan menjadi orang yang benar-benar beramal dengannya. Semoga Allah sentiasa merahmati kita dan mengampuni dosa kita jika di sana adanya hawa nafsu yang tersembunyi. Tekunlah beramal dengan amalan yang dibai’ahkan. Tumpukan bersungguh-sungguh ke arah qalbu (jantung)mu dengan kalimah Allah. Hidupkan ia sentiasa, walau bagaimana sekalipun keadaan kamu dan di mana kamu berada. Jika terasa lalai, beristighfarlah dengan segera, jadikan kecintaan menyebut nama-Nya sebagai keutamaan sehingga hati kamu menjadi istiqamah dengan asma’-Nya.
Setiap asma’ yang akan terlimpah pada hatimu penuh dengan keasyikan, kamu akan rasai dzauk yang berbeza. Setiap asma’ juga mengandungi muraqabah yang tersendiri. Jadikan diri kamu benar-benar memperolehi maqam dalam kerohanian. Setiap maqam rohanimu mengandungi hal yang berbeza. Bersungguh-sungguhlah kamu mencapainya dengan sentiasa bertaubat, menjaga syariat dengan baik, menjaga makan minum dengan teliti, jaga tutur-katamu, jaga penglihatanmu, kuatkan amalan sunat, biasakan berlapar, banyakkan tadabur Al-Quran dan qiam di malam hari. Di mana saja kamu berada, rendahkan hatimu, cintailah majlis ilmu, muliakanlah ulama-ulama, para hafiz, para syeikh dan khalifah sufi yang benar, para mujahid, para pendakwah yang ikhlas, pemimpin yang baik dan orang-orang yang soleh.
Tekunlah berzikir, sebaik-baiknya kamu memperuntukkan masa yang lama untuk berzikir sama ada zikir secara jihar atau sirr. Tambahkan tempoh masa zikirmu dari semasa ke semasa, gunakan masa luangmu untuk menumpukan rohanimu pada Tuhan, biarkan ia mengembara ke Alam KeTuhanan. Kamu mesti memperuntukkan waktu untuk berkhalwat dalam sebulan sebaik-baiknya tiga hari dan sekurang-kurangnya sehari.
Pada hari-hari biasa, waktu khalwat yang baik ialah pada waktu antara Maghrib dan Isyak atau pada jam 4 pagi hingga subuh, atau selepas subuh sehingga matahari naik atau lepas solat asar. Ia mengandungi rahsia rohani jika diamalkan. Pilihlah waktu mengikuti kesesuaian dirimu. Lebih lama masa yang diperuntukkan adalah lebih baik. Bagi ahli sufi, kurang lima jam berzikir masih lagi dianggap bermain-main. Ia tidak akan memberi kesan yang hebat pada dirimu. Oleh itu, peruntukkan masamu dengan baik seperti mencintai khalwat kerana ia membolehkan kamu memberi tumpuan yang baik tanpa ada gangguan.
Segalanya bergantung pada diri kamu. Dalam amalan kerohanian, tiada istilah ‘orang lama’ atau ‘orang baru’. Walaupun seseorang itu baru, jika dia bersungguh-sungguh beramal dan bermujahadah, dia mampu memperolehi natijah yang hebat berbanding orang lama yang malas bermujahadah. Begitu juga, murid boleh mengatasi guru dalam kerohanian, semuanya dalam kudrat Illahi untuk melimpahkan kurniaan-Nya kepada sesiapa yang Dia kehendaki.
Pengamalan yang bersungguh-sungguh akan melahirkan natijah pada kamu dari segi kerohanian. Jika berlaku hal-hal yang berkaitan dengan kerohanian sama ada dalam bentuk mimpi, ilham, kasyaf, pertukaran zikir atau perasaaan dzauk atau datang pengajaran dari alam ghaib, ia perlu dirujuk kepada guru. Jangan terus diamalkan arahan yang berbentuk zikir atau wirid atau pengajaran yang menerangkan rahsia KeTuhanan kerana dibimbangi ia datang dari alam tipu daya iaitu syaitan dan jin.
Setiap perubahan zikir adalah di bawah pendidikan dan pengawasan Guru. Murid jangan sesekali memindahkan maqam zikirnya sendiri kerana ia tiada memberi natijah kerana setiap perpindahan mengandungi hal ehwal tertentu dari segi dzauk dan muraqabah. Semoga Allah memberi kekuatan untuk beramal dan bermujahadah.
Pesanan dari Syeikh Tokku Ibrahim Mohamad
Posted by Musafir Kelana
Zikir, Tafakur dan Muhasabah
ZikiruLlah (mengenang atau mengingati Allah), tafakur dan muhasabah diri merupakan amalan yang patut diamalkan oleh semua insan yang bergelar hamba Allah swt. Seseorang itu hendaklah ingat bahawa Allah Melihat dan Memerhatikam semua lakuan dan fikirannya. Manusia hanya melihat yang zahir sahaja, tetapi Allah Melihat zahir dan batinnya seseorang itu. Orang yang percaya dengan ini sebenarnya dapatlah ia menguasai dan mendisiplinkan zahir dan batinnya. Jika ia tidak percaya ini, maka KAFIRLAH ia. Jika ia percaya tetapi ia bertindak berlawanan dengan kepercayaan itu, maka salah besarlah ia.Suatu hari, seorang Negro menemui Nabi SAW. dan berkata; "Wahai Rasulullah! Saya telah melakukan banyak dosa. Adakah taubatku diterima atau tidak?".Nabi SAW. menjawab; "Ya". Kemudian Negro itu berkata lagi; "Wahai Rasulullah! Setiap kali aku membuat dosa adakah Allah Melihatnya?". Nabi SAW. menjawab lagi; "Ya"
Negro itu pun menjerit lalu mati. Sehingga seseorang itu benar-benar percaya bahawa ia sentiasa dalam pemerhatian Allah, maka tidaklah mungkin baginya membuat amalan yang baik-baik.
Seorang Sheikh ada seorang murid yang lebih disayanginya daripada murid-murid yang lain. Dengan itu murid-murid yang lain itu pun berasa dengki kepada murid yang seorang itu. Suatu hati Sheikh itu memberi tiap-tiap seorang murid itu seekor ayam dan menyuruh mereka menyembelih ayam itu di tempat yang tidak ada seseorang pun melihat ia menyembelih itu. Maka pergilah mereka tiap-tiap seorang membawa seekor ayam ke tempat yang sunyi dan menyembelih ayam di situ. Kemudian membawanya kembali kepada Sheikh mereka. Semuanya membawa ayam yang telah disembelih kepada Sheikh mereka kecuali seorang iaitu murid yang lebih disayangi oleh Sheikh itu. Murid yang seorang ini tidak menyembelih ayam itu. Ia berkata; "Saya tidak menjumpai tempat yang dimaksudkan itu kerana Allah di mana-manapun Melihat". Sheikh itu pun berkata kepada murid-murid yang lain; "Sekarang sekelian telah lihat sendiri peringkat pemuda ini. Dia telah mencapai ke taraf ingat sentiasa kepada Allah".
Apabila Zulaikha cuba menggoda Nabi Yusof, ia menutup dengan kain muka sebuah berhala yang selalu disimpannya. Nabi Yusof berkata kepadanya;
"Wahai Zulaikha, adakah kamu malu dengan batu? sedangkan dengan batu engkau malu, betapa aku tidak malu dengan Allah yang menjadikan tujuh petala langit dan bumi".
Ada seorang datang berjumpa dengan Junaid dan berkata; "Saya tidak dapat menghindarkan mataku daripada melihat perkara-perkara yang membawa dosa. Bagaimanakah saya hendak mengawalnya?". Junaid menjawab; "Dengan cara ingat iaitu Allah Melihat kamu lebih jelas dan terang lagi daripada kamu melihat orang lain".
Dalam hadis ada diterangkan bahawa Allah ada berfirman seperti demikian;
"Syurga itu ialah bagi mereka yang bercadang hendak membuat sesuatu dosa, dan kemudian mereka ingat bahawa Aku sentiasa Memandang mereka, lalu mereka pun menahan diri mereka".
Abdullah Ibnu Dinar meriwayatkan;
"Satu ketika saya berjalan dengan Khalifah Omar berhampiran kota Mekah.Kami bertemu dengan seorang gembala yang sedang membawa gembalaannya. Omar berkata kepada gembala itu; "Jualkan pada saya seekor kambing itu". Gembala itu menjawab; "Kambing itu bukan saya punya, tuan saya yang mempunyainya."Kemudian untuk mencubanya, Omar berkata; "Baiklah, kamu katakanlah kepada tuanmu bahawa yang seekor itu telah dibaham oleh serigala". Budak gembala itu menjawab; "Tidak, sesungguhnya tuan saya tidak tahu tetapi Allah Mengetahuinya". Mendengar jawapan budak gembala itu, bertitisanlah air mata Omar. Beliau pun pergi berjumpa dengan tuan budak gembala kambing itu lalu membelinya dan membebaskannya. Beliau berkata budak itu; "Kerana kata-katamu itu, engkau bebas dalam dunia dan akan bebas juga di akhirat kelak".
Ada dua darjat berkenaan Zikir Allah (mengenang Allah) ini. Darjat pertama ialah darjat Aulia Allah. Mereka bertafakur dan tenggelam dalam tafakur mereka dalam mengenang Keagungan dan Kemuliaan Allah. Dan tidak ada tempat langsung dalam hati mereka untuk 'gairuLlah" (selain dari Allah). Ini adalah darjat zikir Allah yang bawah, kerana apabila hati seseorang itu telah tetap dan anggotanya dikawal penuh oleh hatinya hingga mereka dapat mengawal mereka dari perkara-perkara yang halal atau yang haram, maka tidak perlulah lagi ia sebarang alat atau penahan untuk menghalang dosa. Maka kepada zikir Allah seperti inilah Nabi Muhammad (S.W.T) maksudkan apabila ia berkata,
"Orang yang bangun pagi-pagi dengan hanya Allah dalam hatinya, Allah akan memeliharanya di dunia dan di akhirat."
Setengah daripada mereka golongan ini sangat asyik dan tenggelam dalam mengenang dalam mengingati Allah hinggakan kalau ada orang bercakap kepada mereka tidaklah mereka dengar, kalau orang berjalan dihadapan mereka tidaklah mereka nampak. Mereka seolah-olah diam seperti dinding. Seseorang Wali Allah ada berkata demikian: "Suatu hari saya melintasi tempat ahli-ahli pemanah sedang bertanding memanah. Tidak berapa jauh dari situ ada seorang duduk seseorang diri. Saya pergi kepadanya dan cuba hendak berbual dengannya.Tetapi ia menjawab, "Mengenang Allah itu lebih baik dari berbual". Saya bertanya, "tidakkah kamu merasa keseorangan?". "Tidak" jawabnya, "Allah dan dua orang malaikat ada bersamaku". Saya bertanya kepada beliau sambil menunjukkan kepada pemanah-pemanah itu, "Antara mereka itu, yang manakah akan menang?" Beliau menjawab, "Yang itu, Allah telah beri kemenangan kepadanya." Kemudian saya bertanya, "dari manakah datangnya jalan ini?" Mendengar itu, ia merenung ke langit lalu berdiri dan pergi sambil berkata, "Oh Tuhan! Banyak hamba-hambamu mengganggu seseorang itu dalam mengingatimu!".
Seorang wali Allah bernama Syubli satu hari pergi berjumpa seorang sufi bernama Thauri. Beliau lihat Thauri duduk dengan berdiam diri dalam tafakkur hingga sehelai bulu romanya pun tidak bergerak. Syubili bertanya kepada Thauri, "Daripada siapa anda berlajar latihan bertafakkur dengan diam diri seperti itu?" Suri menjawab, "Daripada seekur kucing yang saya lihat menunggu di lubang tikus. Kucing itu lebih tetap dan diam lagi daripada ini."
Ibn Hanif meriwayatkan:
"Saya diberitahu bahawa di Bandar Thur ada seorang Syeikh dan muridnya sentiasa duduk dan tenggelam dalam zikir Allah. Saya pergi ke situ dan saya dapati kedua orang itu duduk dengan muka mereka menghadap ke kiblat. Saya memberi salam kepada mereka tiga kali. Tetapi mereka tidak menjawab. Saya berkata, "Dengan nama Allah saya minta tuan-tuan menjawab salamku". Pemuda itu mengangkat kepalanya dan menjawab,
"Wahai Ibn Hanif! dunia ini untuk sebentar waktu sahaja, dan yang sebentar itupun tinggal lagi sedikit sahaja. Anda mengganggu kami kerana meminta kami menjawab salammu itu".
Kemudian dia menundukkan kepalanya semula dan terus mendiamkan diri. Saya rasa lapar dan dahaga pada masa itu, tetapi dengan memandang mereka itu saya lupa pada diri saya. Saya terus bersama mereka dan sembahyang Zohor dan Asar bersama mereka. Saya minta mereka memberi nasihat kepada saya berkenaan kerohanian ini. Pemuda itu menjawab, "Wahai Ibni Hanif, kami merasa susah; kami tidak ada lidah yang memberi nasihat itu." Saya terus berdiri di situ tiga hari tiga malam. Kami tidak bercakap antara satu sama lain, dan tidak tidur. Kemudian saya berkata kepada diri saya sendiri, saya akan pohon kepada Allah supaya mereka menasihati saya." Pemuda itu mengangkat kepalanya dan berkata,
"Pergilah cari orang seperti itu, ia akan dapat membawa Allah kepada ingatan anda dan melengkapkan rasa takut kepada hatimu, dan ia akan memberi anda nasihat yang disampaikan secara diam tanpa sebarang cakap."
Demikianlah zikir Allah para Aulia iaitu melenyap dan menenggelamkan fikiran dan khayalan dalam Mengenang Allah. Zikir Mengenang Allah (ingat Allah) yang kedua ialah zikirnya "golongan kanan" iaitu yang disebut dalam Quran sebagai Ashabul Yamin. Mereka ini tahu dan kenal bahawa Allah sangat mengetahui terhadap mereka dan mereka merasa tunduk dan tawaduk di Hadirat Allah SWT tetapi tidaklah sampai mereka melenyap dan menenggelamkan fikiran dan khayalan mereka dalam mengenang Allah sahaja sehingga tidak peduli keadaan keliling mereka. Mereka sedar diri mereka dan sedar terhadap alam ini. Keadaan mereka adalah seperti seorang yang terkejut kerana didapati berkeadaan bertelanjang dan cepat-cepat menutup aurat mereka.
Golongan yang lagi satu dulu adalah seperti orang yang tiba-tiba mendapati diri mereka di majlis raja yang besar lalu ia merasa tidak tentu arah dan merasa takjub.
Golongan yang mula-mula itu memeriksa terlebih dahulu apa yang memasuki hati mereka dengan rapi sekali, kerana di hari kiamat kelak tiga soalan akan ditanya terhadap tiap-tiap lakuan. Dan tindakan yang telah dilakukan.
Pertama : "Kenapa kamu buat ini?"
Kedua : "Dengan cara apa kamu membuat ini?"
Ketiga : "Untuk tujuan apa kamu melakukan ini?"
Yang pertama itu disoal kerana seseorang itu hendaklah bertindak dari niat dan dorongan Ketuhanan dan bukan dorongan Syaitan dan hawa nafsu. Jika soalan itu dijawab dengan memuaskan hati, maka diadakan ujian kedua iaitu soalan secara mana tindakan itu dilakukan dengan bijak, dengan cuai, atau dengan cara tidak peduli apa. Yang ketiga, sama ada kelakuan dan tindakan itu kerana Allah semata-mata atau kerana hendakkan sanjungan manusia.
Jika seseorang itu memahami makna soalan-soalan ini, maka ia tentu berhati-hati sekali terhadap keadaan hatinya dan bagaimana ia melawan fikiran yang mungkin menimbulkan tindakannya. Sebenarnya memilih dan menapis fikiran dan khayalan itu sangatlah susah dan rumit. Barangsiapa yang tidak sanggup membuatnya hendaklah pergi berguru dengan orang-orang keruhanian. Mengaji dan berguru dengan mereka itu dapat mendatangkan cahaya ke dalam hati. Dia hendaklah menjauhkan diri dari orang-orang alim keduniaan kerana mereka ini adalah alat atau ujian syaitan.
Allah berfirman kepada Nabi Daud a.s.;
"Wahai Daud, janganlah bertanya kepada orang Alim yang mabuk dalam cintanya kepada dunia,kerana mereka akan merampas dari kamu perasaan Cinta terhadapKu".
Nabi Muhammad SAW. pernah bersabda;
"Allah kasih kepada orang yang tajam matanya terhadap perkara-perkara yang menimbulkan syak-wasangka dan tidak membiarkan akalnya diganggui oleh serangan hawa nafsu".
Akal dan pilihan sangat berkait rapat, dan orang yang akalnya tidak menguasai hawa nafsu tidak akan dapat memilih yang baik dari yang jahat.
Di samping membuat pilihan dan berhati-hati sebelum bertindak, maka seseorang itu hendaklah menghitung dan menyedari apa yang telah dilakukannya dahulu. Tiap-tiap malam periksalah hati itu dan lihatlah apa yang telah dilakukan dan sama ada telah untung atau rugi dalam perniagaan keruhaniaan ini. Ini adalah penting kerana hati itu ibarat rakan perniagaan yang jahat yang sentiasa hendak menipu dan mengilat. Kadang-kadang ia menunjukkan diri jahatnya itu. Sebaliknya topeng taat kepada Allah, agar manusia menganggap ia telah beruntung tetapi sebenarnya ia telah rugi.
Seorang Wali Allah bernama Amiya yang berumur 60 tahun telah mengira berapa hari umurnya. Maka didapati umurnya ialah selama 21,600 hari semua sekali. Beliau berkata kepada dirinya sendiri;
"Aduhai! jika saya telah melakukan satu dosa sehari, bagaimana saya hendak lari dari beban 21, 600 dosa?".
Beliau menjerit dan terus rebah. Apabila orang datang hendak mengangkatkannya, mereka telah dapati beliau telah meninggal dunia. Tetapi malang, kebanyakan orang telah lupa. Mereka tidak memperhitung diri mereka sendiri. Jika tiap-tiap satu dosa itu diibaratkan sebiji batu, maka penuhlah sebuah rumah dengan batu itu. Jika malaikat Kiraman Kaatibin meminta gaji kerana menulis dosa yang seseorang itu telah lakukan, maka tentulah habis wangnya bahkan tidak cukup untuk membayar gaji mereka itu. Orang berpuas hati membilang biji tasbih sambil berzikir nama Allah, tetapi mereka tidak ada biji tasbih untuk mengira berapa banyak percakapan sia-sia yang telah diucapkannya. Oleh kerana itulah, Khalifah Omar berkata;
"Timbanglah perkataan dan perbuatanmu sekarang sebelum ia dipertimbangkan di akhirat kelak".
Beliau sendiri sebelum pergi tidur malam hari memukul kakinya dengan comtar sambil berkata;
"Apa yang telah engkau buat hari ini?".
Suatu hari Thalhah sedang sembahyang di bawah pohon-pohon kurma dan terpandang olehnya seekor burung yang jinak berterbangan di situ. Kerana memandang burung itu beliau terlupa berapa kalikah beliau sujud. Untuk menghukum dirinya kerana kelalaian itu, beliau pun memberi pohon-pohon khurma itu kepada orang lain.
Aulia Allah mengetahui hawa nafsu mereka itu selalu membawa kepada kesesatan. Oleh itu mereka berhati-hati benar dan menghukum diri mereka setiap kali mereka telah terlanggar batas.
Jika seseorang itu mendapati diri mereka telah terjauh dan menyeleweng dari sifat zuhud dan disiplin diri, maka sepatutnya beliau belajar dan meminta nasihat dari orang yang pakar dalam latihan keruhanian, supaya hati lebih bersemangat kepada sifat zuhud, disiplin diri dan akhlak yang suci itu.
Seorang Wali Allah pernah berkata,
"Apabila saya berasa merosot dalam disiplin diri, saya akan melihat Muhammad bin AbuWasi, dan melihat beliau itu bersemangatlah hatiku sekurang-kurangnya seminggu".
Jika seseorang itu tidak dapat seseorang yang zuhud di sekitarnya, maka eloklah mengkaji riwayat Aulia Allah. Elok juga ia menasihat jiwanya seperti demikian;
"Wahai jiwaku! engkau fikir diri kau cerdik pandai dan engkau marah jika disebut bodoh. apakah engkau ini? Engkau sediakan kain baju untuk melindungi sejuk tetapi tidak bersedia untuk kembali ke akhirat.
Keadaanmu adalah seperti orang dalam musim sejuk berkata;
"Aku tidak pakai pakaian panas, cukuplah aku bertawakkal kepada Allah untuk melindungi aku dari sejuk".
Dia telah lupa bahawa Allah di samping menjadikan sejuk itu ada juga memberi petunjuk kepada manusia bagaimana membuat pakaian untuk mengelakkan dari sejuk dan dingin; dan disediakan alat dan bahan-bahan untuk membuat pakaian itu. Ingatlah jiwa! hukuman kepadamu di akhirat kelak bukanlah kerana Allah murka kerana tidak patuhmu; dan janganlah berkata;
"Bagaimana pula dosaku boleh menyakiti Allah?
Adakah hawa nafsumu sendiri yang menyalakan api neraka di dalam dirimu sendiri; seperti orang yang memakan makanan yang membawa penyakit. Penyakit itu terjadi dalam badan manusia, dan bukan kerana doktor marah kepadanya kerana tidak mematuhi perintahnya.
"Tidak malukah kamu wahai jiwa! kerana kamu sangat cenderung kepada dunia!!!. Jika kamu tidak percaya dengan Syurga dan Neraka, maka sekurang-kurangnya percayalah kepada mati yang akan merampas dari kamu semua keseronokkan kedunian dan membuat kamu merasa kepayahan berpisah dari dunia ini. emakin kuat perkaitanmu kepada dunia, maka semakin pedihlah yang kamu rasai”
Apakah dunia ini bagimu? Jika seluruh dunia ini dari Timur ke Barat kepunyaanmu dan menyembahmu, namun itu tidaklah lama. Akan semuanya hancur jadi abu bersama dirimu sendiri dan namamu makin lama makin dilupakan; seperti Raja-raja yang dahulu sebelum kamu. Setelah kamu melihat bagaimana kecil dan kerdilnya kamu di dunia ini, maka kenapa kamu beriya-ya benar dan bergila-gila benar menjual keseronokan dan kebahagiaan yang abadi dan memilih kebahagian yang sementara seperti menjual intan berlian yang mahal untuk mendapatkan kaca yang tidak berharga, dan menjadikan kamu bahan ketawa orang lain?"
wallau'alam
Posted by Musafir Kelana
Ruh, Akal, Nafsu dan Qalbu
Apabila dimusyahadahkan akan kejadian diri sama ada diri yang zahir atau diri yang batin, maka tak sampai akal manusia untuk memikirkannya seperti Ruh, Akal, Nafsu dan Qalbu. Maka sukar hendak memberi gambaran atau takrif yang mensifatkan daripada jenis apa.Al-Quran memberi pengajaran sebagaimana firman Allah yang bermaksud :
“Akan ditanya akan engkau hai Muhammad tentang ruh; Kata olehmu Ruh itu adalah daripada urusan Tuhanku.”Oleh kerana sukar hendak membuat takrif, maka digelar oleh orang-orang ‘Ariffin dengan namaLathifatul Rabaaniyah.
(Al-Isra’ : 85)
Walau bagaimanapun, Imam al-Ghazali telah berjaya menghampirkan faham kepada makna dan rahsia ruh ini mengikut tingkat tertinggi kemampuan manusia dalam sebuah kitabnya yang bernama “Risalatul li-Duniyyah”. Ikutilah kajian dan huraian yang dibuat secara ilmiah pada tajuk ini iaitu “Keistimewaan Ruh Insani” atau ikuti keseluruhan perbincangan tentang Ilmu Laduni yang diperolehi melalui ruh ini.
Ruh, Akal, Nafsu dan Qalbu pada hakikatnya adalah satu makna bahkan bersalahan pada mafhum maknanya jua. Maka Rasulullah membuat bandingan akan Qalbu sebagai raja yang memerintah yang ditaati oleh anggota-anggota lahir seperti sabdanya :
“Sesungguhnya dalam tubuh anak Adam itu ada seketul daging bila baik ia nescaya baiklah seluruh anggotanya dan bila jahat ia nescaya jahatlah seluruh anggotanya. Ketahuilah itu adalah Qalbu.” (Bukhari & Muslim)Qalbu dibaratkan pemerintah atau raja yang ditaati oleh segala rakyat. Jika pemerintah atau raja itu baik, maka baiklah sekalian rakyatnya. Yakni hati apabila disucikan atau dibersihkan daripada karat-karat dosa dan maksiat dengan diasuh dan dididik mengikut jalan tariqat Sufiah dengan sentiasa bermujahadah, maka akan timbul pada hati itu sinaran cahaya Nur yang dipertaruhkan oleh Allah kepadanya. Inilah maksud Imam al-Ghazali dengan katanya :
“Adalah hati itu makbul disisi Allah Taala; Jika sejahtera ia daripada barang yang lain daripada Allah.”Ini adalah diisyaratkan kepada hati yang bersih yang mempunyai pancaran Nur. Maka hasil atas segala anggota yang zahir daripada ibadat atau lain daripada segala sifat-sifat mahmudah. Sebaliknya jika hati itu dibiar yakni mengikut hawa nafsu dan sentiasa membuat derhaka dan maksiat, maka hati itu terhijab daripada Nur dan terdinding dengan sebab karat dosa. Inilah maksud kata Imam al-Ghazali dengan katanya
“Dan adalah hati itu terdinding daripada Allah Taala jadilah ia karam dengan lain daripada Allah Taala, maka kejahatan dan celaka itu pun zahir atas segala anggota sebab mesra daripada karat hati yang Zulumah.”
Maka dengan sebab itulah bersungguh-sungguhlah wahai saudaraku, mengikuti jalan para ‘ArifbiLlah kerana :
~ Tiada mengetahui kebaikan hati dan kejahatannya selagi tidak merasai “Zauk” kemanisan ibadat yang warid (dikurniakan oleh Allah) daripada hasil zikir dan ;
~ Tiada boleh membeza antara yang hak dengan yang batil (makna sebenar hakikat makrifat disisi Ahli Muhaqqiqin) selagi belum dapat Ilham hasil daripada-Nya dan ;
~ Jauh sekali dari mengenal Tuhannya sebelum dapat Tajalli dan Kasyaf yang hasil daripada-Nya.
Dan tak dapat tidak, awal-awal mereka yang hendak mengenal Tuhannya dengan jalan ‘zauk’dan Wujdan perlu mengenali dirinya dahulu, seperti bahawa :
~ apabila mengenal dirinya bersifat dengan lemah nescaya mengenal Tuhannya bersifat dengan Kuasa dan;
~ apabila mengenal dirinya bersifat dengan papa nescaya mengenal Tuhannya bersifat dengan Kaya dan;
~ apabila mengenal dirinya bersifat dengan sifat fana nescaya mengenal Tuhannya bersifat dengan Baqa dan;
~ apabila mengenal dirinya bersifat dengan baru nescaya mengenal Tuhannya bersifat dengan Qadim.
Posted by Musafir Kelana
Ilmu Ketuhanan Bukan Ilmu Akal Tapi Ilmu Rasa
Belajar ilmu hisab atau ilmu kedoktoran
Tidak terasa bertuhan, tidaklah hairan
Belajar ilmu yang disebut dan lain-lain ilmu tidak terasa bertuhan
Perkara biasa di setiap zaman
Bahkan adakalanya belajar ilmu secular
Langsung tidak percaya adanya
Tapi yang lebih aneh
Orang yang belajar ilmu ketuhanan
hingga jadi ulama, tidak rasa bertuhan
Bahkan pakar ilmu Tauhid atau ilmu ketuhanan pun tidak bertuhan
Kerana belajar ilmu aqidah dengan akal semata-mata
Sedangkan jiwanya tidak menghayati ilmu itu
Akalnya percaya adanya Tuhan
Jiwanya tidak terasa bertuhan
Disegi ilmu, pakar dengan Tuhan
Disegi jiwa, kosong dari Tuhan
Kerana itulah rasa takutnya dengan Tuhan tidak berlaku atau tiada
Syariat Tuhan tidak dijadikan pakaian
Apabila mendapat ujian
Dia tidak dapat kembalikan kepada Tuhan
atau tidak merujuk kepada Tuhan
Akibatnya jiwanya menderita
Menerima ujian itu dia tidak tahan
Akhlaknya kasar, tidak melambangkan orang bertuhan
kehidupannya tidak mempedulikan masyarakat
Sekalipun boleh memperkatakan AL-Quran
Atas alas an ilmu semata-mata
Padahal ilmu ketuhanan hendaklah dirasa oleh jiwa
Ilmu ketuhanan bukan ilmu akal tapi ilmu rasa
Orang yang percaya Tuhan, hidup macam tidak bertuhan
Orang ‘terasa’ bertuhan, orang yang takut dengan Tuhan
sekalipun ilmunya kurang
Mereka yang rasa bertuhan menghormati syariat Tuhan
Kerana rasa bertuhan itu
Lantaran itulah rasa bertuhan
Kenalah suburkan di dalam setiap jiwa manusia
Tidak cukup setakat akalnya percaya adanya Tuhan.
Hirarki kekuasaan di alam semesta
Ada enam jenis kekuasaan di alam semesta. Kekuatan daya meningkat dengan daya yang lebih halus. Mari kita periksa masing-masing dari jenis kekuasaan.
1. Fisik: Ini adalah yang terendah dalam hirarki kekuasaan di alam semesta seperti yang juga yang paling lemah. Ini termasuk kekuasaan dalam hal-hal seperti:
Obat untuk menyembuhkan penyakit - misalnya antibiotik untuk membunuh kuman
Senjata fisik yang digunakan untuk membunuh
Daya keuangan
Politik kekuasaan
Ini adalah kekuatan fisik yang orang biasa telah di pembuangan.
Keterbatasan dari kekuatan ini adalah bahwa hal itu dapat bertindak hanya pada tingkat fisik. Sebagai contoh, jika seseorang tidak dapat melihat orang atau target, maka senjata fisik tidak akan dapat menemukan targetnya.
2. Fisik dan wirid (doa): Ketika kita menggabungkan kekuatan halus dengan kekuatan fisik maka hasilnya jauh lebih efektif. Pada zaman kuno, ketika ditembak panah dari busur, doa juga diucapkan. Karena doa, nama musuh akan bisa direkam dan panah akan menemukan target bahkan jika target adalah hantu halus bersembunyi di daerah neraka . Hal ini karena energi halus, yang disertai panah. Ini adalah prinsip yang sama diterapkan pada persiapan Ayurvedic obat-obatan, obat-obatan disiapkan saat mengucapkan doa. Demikian pula, ketika mengusir roh yang bertanggung jawab untuk memiliki, barang-barang seperti gram hitam, kapur, jarum dll digunakan bersama dengan iringan wirid. Namun demikian, pada waktu, meskipun baik dari fisik dan wirid halus yang hadir, seseorang tidak mencapai sukses lengkap. Pada saat seperti itu, berarti lebih halus harus digunakan sebagai diberikan di bawah ini.
. 3 hanya wirid : Dengan menggunakan wirid yang lebih kuat, musuh dapat dikalahkan hanya dengan wirid saja juga digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan duniawi lainnya seperti perkawinan, kekayaan dll
4. menghubungi: Pada tingkat yang lebih tinggi kita memiliki hubungan. Ini berarti bahwa jika orang yang sangat rohani berkembang (di atas tingkat spiritual dari 70%) menyentuh sesuatu, barang yang akan mampu memiliki kekuatan untuk mengalahkan hantu (setan, setan, energi negatif, dll) . Namun, kontak dalam konteks ini tidak terbatas hanya untuk disentuh. Seseorang akan diuntungkan ketika datang ke dalam kontak dengan orang rohani berkembang dalam salah satu dari cara berikut. Mereka adalah ketika seseorang rohani berkembang:
· Mengingat Anda.
· Cek segala hal yang telah dilakukan oleh Anda.
· Apakah informasi tentang situasi atau masalah yang Anda sedang menjalani.
· Berbicara di telepon Anda.
5. Resolve: Setelah kesucian dicapai pada tingkat spiritual dari 70%, pikiran terlarut dan intelek baik dalam perjalanan untuk menjadi terlarut dan memiliki akses ke Universal Mind. Sebagai Suci berlangsung spiritual melebihi tingkat spiritual 80%, pikiran-Nya pergi menuju keadaan berpikir. Pada titik ini pikiran hanya seperti 'mungkin itu terjadi' dalam pikiran orang berevolusi cukup untuk terjadinya peristiwa tersebut. Tidak ada lagi diperlukan. Menyelesaikan ini hanya digunakan sesuai dengan Kehendak Allah swt
6. Pada tingkat tertinggi, orang yang berevolusi (di atas tingkat spiritual dari 90%) bahkan tidak perlu untuk membuat menyelesaikan. Kehadiran, kedekatan atau perusahaan dari orang spiritual berevolusi cukup untuk sebuah event terjadi, seperti kemajuan spiritual seorang murid atau penghapusan hantu (setan, setan, energi negatif, dll). Hal ini dapat dipahami dengan contoh Matahari yang membangkitkan semua orang dan membuat bunga mekar dll ketika naik. Semua ini terjadi hanya dengan keberadaannya. Matahari tidak meminta siapa pun untuk bangun atau bunga mekar. wali dari tingkat spiritual yang di atas 90% melakukan misi mereka dengan cara ini.(sumber)
1. Fisik: Ini adalah yang terendah dalam hirarki kekuasaan di alam semesta seperti yang juga yang paling lemah. Ini termasuk kekuasaan dalam hal-hal seperti:
Obat untuk menyembuhkan penyakit - misalnya antibiotik untuk membunuh kuman
Senjata fisik yang digunakan untuk membunuh
Daya keuangan
Politik kekuasaan
Ini adalah kekuatan fisik yang orang biasa telah di pembuangan.
Keterbatasan dari kekuatan ini adalah bahwa hal itu dapat bertindak hanya pada tingkat fisik. Sebagai contoh, jika seseorang tidak dapat melihat orang atau target, maka senjata fisik tidak akan dapat menemukan targetnya.
2. Fisik dan wirid (doa): Ketika kita menggabungkan kekuatan halus dengan kekuatan fisik maka hasilnya jauh lebih efektif. Pada zaman kuno, ketika ditembak panah dari busur, doa juga diucapkan. Karena doa, nama musuh akan bisa direkam dan panah akan menemukan target bahkan jika target adalah hantu halus bersembunyi di daerah neraka . Hal ini karena energi halus, yang disertai panah. Ini adalah prinsip yang sama diterapkan pada persiapan Ayurvedic obat-obatan, obat-obatan disiapkan saat mengucapkan doa. Demikian pula, ketika mengusir roh yang bertanggung jawab untuk memiliki, barang-barang seperti gram hitam, kapur, jarum dll digunakan bersama dengan iringan wirid. Namun demikian, pada waktu, meskipun baik dari fisik dan wirid halus yang hadir, seseorang tidak mencapai sukses lengkap. Pada saat seperti itu, berarti lebih halus harus digunakan sebagai diberikan di bawah ini.
. 3 hanya wirid : Dengan menggunakan wirid yang lebih kuat, musuh dapat dikalahkan hanya dengan wirid saja juga digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan duniawi lainnya seperti perkawinan, kekayaan dll
4. menghubungi: Pada tingkat yang lebih tinggi kita memiliki hubungan. Ini berarti bahwa jika orang yang sangat rohani berkembang (di atas tingkat spiritual dari 70%) menyentuh sesuatu, barang yang akan mampu memiliki kekuatan untuk mengalahkan hantu (setan, setan, energi negatif, dll) . Namun, kontak dalam konteks ini tidak terbatas hanya untuk disentuh. Seseorang akan diuntungkan ketika datang ke dalam kontak dengan orang rohani berkembang dalam salah satu dari cara berikut. Mereka adalah ketika seseorang rohani berkembang:
· Mengingat Anda.
· Cek segala hal yang telah dilakukan oleh Anda.
· Apakah informasi tentang situasi atau masalah yang Anda sedang menjalani.
· Berbicara di telepon Anda.
5. Resolve: Setelah kesucian dicapai pada tingkat spiritual dari 70%, pikiran terlarut dan intelek baik dalam perjalanan untuk menjadi terlarut dan memiliki akses ke Universal Mind. Sebagai Suci berlangsung spiritual melebihi tingkat spiritual 80%, pikiran-Nya pergi menuju keadaan berpikir. Pada titik ini pikiran hanya seperti 'mungkin itu terjadi' dalam pikiran orang berevolusi cukup untuk terjadinya peristiwa tersebut. Tidak ada lagi diperlukan. Menyelesaikan ini hanya digunakan sesuai dengan Kehendak Allah swt
6. Pada tingkat tertinggi, orang yang berevolusi (di atas tingkat spiritual dari 90%) bahkan tidak perlu untuk membuat menyelesaikan. Kehadiran, kedekatan atau perusahaan dari orang spiritual berevolusi cukup untuk sebuah event terjadi, seperti kemajuan spiritual seorang murid atau penghapusan hantu (setan, setan, energi negatif, dll). Hal ini dapat dipahami dengan contoh Matahari yang membangkitkan semua orang dan membuat bunga mekar dll ketika naik. Semua ini terjadi hanya dengan keberadaannya. Matahari tidak meminta siapa pun untuk bangun atau bunga mekar. wali dari tingkat spiritual yang di atas 90% melakukan misi mereka dengan cara ini.(sumber)
komposisi Manusia
Pada artikel ini kita menjelaskan komposisi tubuh manusia dan berbagai badan halus (rohani). Ilmu pengetahuan modern telah secara mendalam ke dalam pemahaman tubuh fisik. Namun pemahamannya tentang aspek-aspek lain eksistensi manusia masih sangat terbatas. Misalnya pemahaman tentang jiwa manusia dan intelek masih lebih atau kurang terbatas pada aspek fisik mereka. Namun ilmu spiritual telah mempelajari seluruh eksistensi manusia dengan sangat rinci.
Seseorang yang hidup terdiri dari badan-badan berikut. Tubuh Fisik Badan Energi Vital Badan Mental Badan atau tubuh kausal Akal Ego Halus atau badan Supracausal Jiwa atau Prinsip Allah swt dalam setiap dari kita Pada bagian berikutnya kita akan menjelaskan berbagai badan lebih terinci. Tubuh Fisik Ini adalah badan yang terbaik dikenal untuk ilmu pengetahuan modern. Ini terdiri dari kerangka tulang, otot, jaringan, organ, darah, organ-organ indera 5, dll Badan Energi Vital Ini adalah badan juga dikenal sebagai Praandeha tersebut. Badan ini menyediakan, mempertahankan energi kehidupan vital untuk semua fungsi fisik maupun tubuh mental. Ada lima jenis energi vital atau praana: Praana: Energi untuk kegiatan inhalasi. Udaana: Energi untuk aktivitas pernafasan dan pidato. Samaana: Energi untuk kegiatan perut dan usus. Vyaana: Energi untuk gerakan sukarela dan tidak sukarela dari tubuh. Apaana: Energi untuk buang air kecil, ejakulasi ekskresi,, melahirkan, dll Pada saat kematian energi vital dilepaskan kembali ke alam semesta dan juga membantu dalam mendorong tubuh halus dalam perjalanan selanjutnya nya. Badan mental atau Pikiran Badan Mental (Manodeha) atau Pikiran adalah kursi, semua emosi perasaan dan keinginan. . Hal ini terdiri dari tiga bagian: Pikiran sadar: Ini adalah bagian dari pikiran dan perasaan kita bahwa kita sadar. Pikiran sub-sadar: Ini berisi semua tayangan yang diperlukan untuk menyelesaikan nasib kita dalam hidup kita saat ini. Pikiran dari pikiran sub-sadar kadang-kadang muncul ke dalam pikiran sadar dari waktu ke waktu baik dalam menanggapi beberapa rangsangan eksternal atau pada waktu bahkan tanpa itu. Misalnya selama satu hari satu mendapat pikiran acak dan tidak terkait tentang beberapa kejadian yang samar-samar di masa kecil seseorang. Pikiran bawah sadar: Ini adalah aspek dari pikiran kita bahwa kita benar-benar menyadari. Ini berisi semua tayangan yang berkaitan dengan semua akun akumulasi. Pikiran sub-sadar pikiran dan bawah sadar bersama-sama dikenal sebagai chitta tersebut. Kadang-kadang kita juga merujuk pada suatu aspek dari Tubuh Jiwa sebagai Tubuh Hasrat atau . Ini adalah aspek pikiran yang berisi semua tayangan keinginan. Silakan lihat artikel di ' Mengapa kita melakukan hal-hal yang kita lakukan "serta tutorial e- dari nama yang sama untuk memahami struktur fungsional dari pikiran. Organ fisik yang terkait dengan Badan Mental otak. Akal Tubuh kausal atau Badan Akal adalah tubuh yang berkaitan dengan proses pengambilan keputusan dan kemampuan penalaran. Organ fisik yang terkait dengan Badan Akal adalah otak. Ego Halus Ego Halus atau Badan Supracausal adalah sisa-sisa akhir dari ketidaktahuan dan perasaan bahwa kita terpisah dari Allah swt. Jiwa Jiwa adalah prinsip Allah dalam diri kita dan adalah sifat sejati kita. Ini adalah komponen utama dari tubuh halus (ruhani) yang merupakan sebagian kecil dari Prinsip Tuhan yang Maha Kuasa dengan sifat Kebenaran Mutlak , Kesadaran Mutlak dan Malcolm . Jiwa tidak dipengaruhi oleh pasang surut dalam hidup dan dalam keadaan terus-menerus Bliss. Ini terlihat pada naik turunnya kehidupan di Maya atau Ilusi Agung dengan sikap pengamat. Jiwa adalah di luar 3 komponen dasar yang halus, namun sisa kesadaran kita seperti Tubuh Fisik dan Mental Tubuh terdiri dari hal itu. Tubuh Halus Tubuh Halus didefinisikan sebagai bagian dari keberadaan kita atau kesadaran bahwa daun Tubuh Fisik kita pada saat kematian fisik. Ini terdiri dari Tubuh Mental, Tubuh kausal atau Akal, Badan Supracausal atau Ego Halus dan Soul. Apa yang tertinggal pada saat kematian fisik adalah Tubuh fisik kita. Energi Vital dilepaskan kembali ke Semesta. Berikut ini adalah beberapa aspek lain dari tubuh halus Halus akal organ: organ-organ indera Dengan halus, kita berarti aspek halus dari 5 organ indra kita yang dengannya kita mampu melihat alam halus. Misalnya kita dapat merasakan aroma seperti melati yang halus tanpa mereka sedang ada stimulus untuk menyebabkan itu. Juga wewangian hanya dapat dialami oleh satu orang dan bukan oleh yang lain di ruang yang sama. Organ motorik halus: Dengan organ motorik halus, kita berarti aspek halus dari organ-organ fisik kita motorik seperti tangan kita, lidah,dll kegiatan Semua dimulai pertama dalam organ motorik halus dan kemudian dieksekusi dalam dimensi fisik dengan organ motorik kasar seseorang. Ketidaktahuan Semua aspek lain dari keberadaan kita selain Jiwa adalah bagian dari Maya atau ilusi Besar. Hal ini disebut ketidaktahuan yang bila diterjemahkan secara harfiah berarti tidak adanya pengetahuan. Para ketidaktahuan berasal dari kenyataan bahwa kita mengidentifikasi diri kita dengan fisik pikiran kita, tubuh dan intelek dan bukan dengan sifat sejati kita yang merupakan Jiwa atau prinsip Allah swt dalam diri kita. Ketidaktahuan adalah akar penyebab ketidakbahagiaan. Manusia akan melekat pada uang, memiliki rumah, keluarga, kota, negara, dll lebih besar lampiran untuk setiap individu atau objek, lebih besar kemungkinan timbul ketidakbahagiaan dari keterikatan. Bahkan seorang pekerja sosial yang ideal atau syeikh dapat menjadi melekat pada masyarakat atau pengikutnya masing-masing. Lampiran terbesar yang masing-masing memiliki adalah untuk dirinya sendiri, yaitu pikiran dan tubuhnya. Bahkan sedikit ketidaknyamanan atau penyakit dapat membuat tidak bahagia; maka setiap orang harus secara bertahap terlepas tentang diri sendiri dan menerima rasa sakit dan penyakit seseorang dengan tenang . Hal ini tentu saja dengan pengertian yang melekat bahwa kebahagiaan dan ketidakbahagiaan dalam hidup yang dialami terutama karena takdir kita. Juga bahwa hanya dengan mengidentifikasi dengan Jiwa kita dapat mengalami kebahagiaan abadi. Jiwa dan ketidaktahuan bersama-sama merupakan jelmaan jiwa. Ketidaktahuan untuk orang yang hidup memiliki dua puluh komponen dalam semua - Tubuh Fisik, lima organ indra halus, lima organ motorik halus, lima energi vital, pikiran sadar, chitta tersebut, Akal dan ego. Karena fungsi komponen tubuh halus pergi terus menerus, perhatian jiwa yang terwujud ditarik kepada mereka bukan jiwa, yang jauh dari pengetahuan spiritual .
Sumber. komposisi Manusia
Seseorang yang hidup terdiri dari badan-badan berikut. Tubuh Fisik Badan Energi Vital Badan Mental Badan atau tubuh kausal Akal Ego Halus atau badan Supracausal Jiwa atau Prinsip Allah swt dalam setiap dari kita Pada bagian berikutnya kita akan menjelaskan berbagai badan lebih terinci. Tubuh Fisik Ini adalah badan yang terbaik dikenal untuk ilmu pengetahuan modern. Ini terdiri dari kerangka tulang, otot, jaringan, organ, darah, organ-organ indera 5, dll Badan Energi Vital Ini adalah badan juga dikenal sebagai Praandeha tersebut. Badan ini menyediakan, mempertahankan energi kehidupan vital untuk semua fungsi fisik maupun tubuh mental. Ada lima jenis energi vital atau praana: Praana: Energi untuk kegiatan inhalasi. Udaana: Energi untuk aktivitas pernafasan dan pidato. Samaana: Energi untuk kegiatan perut dan usus. Vyaana: Energi untuk gerakan sukarela dan tidak sukarela dari tubuh. Apaana: Energi untuk buang air kecil, ejakulasi ekskresi,, melahirkan, dll Pada saat kematian energi vital dilepaskan kembali ke alam semesta dan juga membantu dalam mendorong tubuh halus dalam perjalanan selanjutnya nya. Badan mental atau Pikiran Badan Mental (Manodeha) atau Pikiran adalah kursi, semua emosi perasaan dan keinginan. . Hal ini terdiri dari tiga bagian: Pikiran sadar: Ini adalah bagian dari pikiran dan perasaan kita bahwa kita sadar. Pikiran sub-sadar: Ini berisi semua tayangan yang diperlukan untuk menyelesaikan nasib kita dalam hidup kita saat ini. Pikiran dari pikiran sub-sadar kadang-kadang muncul ke dalam pikiran sadar dari waktu ke waktu baik dalam menanggapi beberapa rangsangan eksternal atau pada waktu bahkan tanpa itu. Misalnya selama satu hari satu mendapat pikiran acak dan tidak terkait tentang beberapa kejadian yang samar-samar di masa kecil seseorang. Pikiran bawah sadar: Ini adalah aspek dari pikiran kita bahwa kita benar-benar menyadari. Ini berisi semua tayangan yang berkaitan dengan semua akun akumulasi. Pikiran sub-sadar pikiran dan bawah sadar bersama-sama dikenal sebagai chitta tersebut. Kadang-kadang kita juga merujuk pada suatu aspek dari Tubuh Jiwa sebagai Tubuh Hasrat atau . Ini adalah aspek pikiran yang berisi semua tayangan keinginan. Silakan lihat artikel di ' Mengapa kita melakukan hal-hal yang kita lakukan "serta tutorial e- dari nama yang sama untuk memahami struktur fungsional dari pikiran. Organ fisik yang terkait dengan Badan Mental otak. Akal Tubuh kausal atau Badan Akal adalah tubuh yang berkaitan dengan proses pengambilan keputusan dan kemampuan penalaran. Organ fisik yang terkait dengan Badan Akal adalah otak. Ego Halus Ego Halus atau Badan Supracausal adalah sisa-sisa akhir dari ketidaktahuan dan perasaan bahwa kita terpisah dari Allah swt. Jiwa Jiwa adalah prinsip Allah dalam diri kita dan adalah sifat sejati kita. Ini adalah komponen utama dari tubuh halus (ruhani) yang merupakan sebagian kecil dari Prinsip Tuhan yang Maha Kuasa dengan sifat Kebenaran Mutlak , Kesadaran Mutlak dan Malcolm . Jiwa tidak dipengaruhi oleh pasang surut dalam hidup dan dalam keadaan terus-menerus Bliss. Ini terlihat pada naik turunnya kehidupan di Maya atau Ilusi Agung dengan sikap pengamat. Jiwa adalah di luar 3 komponen dasar yang halus, namun sisa kesadaran kita seperti Tubuh Fisik dan Mental Tubuh terdiri dari hal itu. Tubuh Halus Tubuh Halus didefinisikan sebagai bagian dari keberadaan kita atau kesadaran bahwa daun Tubuh Fisik kita pada saat kematian fisik. Ini terdiri dari Tubuh Mental, Tubuh kausal atau Akal, Badan Supracausal atau Ego Halus dan Soul. Apa yang tertinggal pada saat kematian fisik adalah Tubuh fisik kita. Energi Vital dilepaskan kembali ke Semesta. Berikut ini adalah beberapa aspek lain dari tubuh halus Halus akal organ: organ-organ indera Dengan halus, kita berarti aspek halus dari 5 organ indra kita yang dengannya kita mampu melihat alam halus. Misalnya kita dapat merasakan aroma seperti melati yang halus tanpa mereka sedang ada stimulus untuk menyebabkan itu. Juga wewangian hanya dapat dialami oleh satu orang dan bukan oleh yang lain di ruang yang sama. Organ motorik halus: Dengan organ motorik halus, kita berarti aspek halus dari organ-organ fisik kita motorik seperti tangan kita, lidah,dll kegiatan Semua dimulai pertama dalam organ motorik halus dan kemudian dieksekusi dalam dimensi fisik dengan organ motorik kasar seseorang. Ketidaktahuan Semua aspek lain dari keberadaan kita selain Jiwa adalah bagian dari Maya atau ilusi Besar. Hal ini disebut ketidaktahuan yang bila diterjemahkan secara harfiah berarti tidak adanya pengetahuan. Para ketidaktahuan berasal dari kenyataan bahwa kita mengidentifikasi diri kita dengan fisik pikiran kita, tubuh dan intelek dan bukan dengan sifat sejati kita yang merupakan Jiwa atau prinsip Allah swt dalam diri kita. Ketidaktahuan adalah akar penyebab ketidakbahagiaan. Manusia akan melekat pada uang, memiliki rumah, keluarga, kota, negara, dll lebih besar lampiran untuk setiap individu atau objek, lebih besar kemungkinan timbul ketidakbahagiaan dari keterikatan. Bahkan seorang pekerja sosial yang ideal atau syeikh dapat menjadi melekat pada masyarakat atau pengikutnya masing-masing. Lampiran terbesar yang masing-masing memiliki adalah untuk dirinya sendiri, yaitu pikiran dan tubuhnya. Bahkan sedikit ketidaknyamanan atau penyakit dapat membuat tidak bahagia; maka setiap orang harus secara bertahap terlepas tentang diri sendiri dan menerima rasa sakit dan penyakit seseorang dengan tenang . Hal ini tentu saja dengan pengertian yang melekat bahwa kebahagiaan dan ketidakbahagiaan dalam hidup yang dialami terutama karena takdir kita. Juga bahwa hanya dengan mengidentifikasi dengan Jiwa kita dapat mengalami kebahagiaan abadi. Jiwa dan ketidaktahuan bersama-sama merupakan jelmaan jiwa. Ketidaktahuan untuk orang yang hidup memiliki dua puluh komponen dalam semua - Tubuh Fisik, lima organ indra halus, lima organ motorik halus, lima energi vital, pikiran sadar, chitta tersebut, Akal dan ego. Karena fungsi komponen tubuh halus pergi terus menerus, perhatian jiwa yang terwujud ditarik kepada mereka bukan jiwa, yang jauh dari pengetahuan spiritual .
Sumber. komposisi Manusia
Langganan:
Postingan (Atom)




